Cerah di Langit, Cerahkah di Bumi?

Judul komparatif, tulisan bahasa, minimalis, sarat makna. Millenials.

Anyway, sore ini bisa dibilang cukup cerah bahkan agak panas. Hari ini pula UTS hari pertama semester 3 dimulai. Hari ini juga saya menulis berbagai poin bagus mengenai Suharto dalam UTS saya demi IPK yang decent. Hari ini juga PSS Sleman berlaga di Stadion kebanggaan tanah Sleman. Maguwoharjo.

Berbekal rasa rindu akan stadion dan atmosfirnya, saya menerobos segala horror UTS yang masih menunggu untuk dihajar. Kenapa dihajar? kalau tidak dihajar nanti saya yang dihajar mama papa, hehe.

Sore itu langit bersinar cerah-cerah mendung manja seakan membawa harapan baru bagi setiap insan manusia yang sedang memandang langit Sleman. Keniscayaan akan poin 3 hari ini sangat disambut optimis bagi para penikmat permainan klub raksasa Sleman ini. Antusias dan animo masyarakat sudah sangat terasa dari perjalanan, atributmya hitam hitam ada hijaunya dikit.

Singkat cerita, babak pertama selesai dengan skor yang dibilang belum cukup untuk membungkus poin 3. Sorak sorai dan koreografi khas ala tribun selatan siap jadi bahan update tribun sebelah atau seberangnya. Lantang suara pemain ke-12 selalu menghujani telinga yang seakan menstimulus diri untuk ikut nyanyi.

Sore itu masih cerah.

Matahari hangat, terang, dan senja indie ideal hampir tiba. Bahkan, titik putih merupakan saksi bisu dari sorak sorai perayaan keras atas bertambahnya angka tuan rumah.

Sunyi.

Satu kata yang akhirnya dapat mendeskripsikan akhir laga sore yang kata penulis tadi matahari bersinar tinggi.

Murung.

Wajah tertutup  kain masing-masing insan yang ditopang oleh tulang punggung.

“PSS lagi kalah kok koe do gelut!” terdengar. Benarkah sore cerah seperi ini yang Tuhan antar?

Yang benar saja? Juru kunci Klasemen? Apa iya mau terus begini? Away Cilegon? 8 Besar? Gumam saya yang bukan apa-apa di tanah Sleman.

Sorak sorai kebahagiaan terkonversi menjadi kemurungan. Maguwo senyap, tidak ada lagi nyanyian akhir laga. Mau bagaimana lagi, itulah kerja keras punggawa. Entah, apakah benar keras. Interpretasikan sendiri, saya sedih mungkin semua juga.

Tapi keyakinan itu masih ada, bola masih bundar. Yang tersisa tinggal pembenahan, apakah akan berbenah atau hanya diam saja?

Fokus Melangkah, Jangan Menyerah!

Walau banyak caci maki. namun Saya yakin, banyak yang masih tidak bisa tidak Cinta kalian.

 

Chaidar Wiyando

Lagi Galau.

 

Advertisements

From your little fans

First time i saw u struggling, fighting, and putting so much effort, i literally know nothing about u. That day when i have no attention to you and yep, instantly i fell in love with you.

Every time my feelings grow bigger than before. This is the first time for me to believe that first-sight-love was real.

Did u guys know what things am i to write down about?

Lovey Dovey? Friendship? Enuff english dude.

Sebuah kehormatan

mengawalmu pahlawan

untuk slalu berjuang

mewujudkan harapan

percaya kita kan rayakan kawan

Sebuah potongan sajak nyanyian dari satu kabupaten kecil di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang digadang-gadangkan dengan ke-sembadaan-nya, kabupaten kecil penuh cerita, gudang sajak indah, dan tempat kenangan bersemayam, Sleman.

Berbicara soal Sleman tak lepas dari satu stadium internasional, saksi bisu terjadinya segala kisah manis, perjuangan, dan kebangaan. Satu nama, yang selalu ada didalamnya, Super Elang Jawa. Kebanggaan lokal rasa internasional.

43918033689bcs9_zpsztpzsmsw

demi satu nama, kebanggaan di dada

kan kuberi segalanya

super elang jawa

jadilah juara

ku korbankan segalanya

Sampai kau bisa

Sampai kau bisa

Sungguh, tidak ada rasa yang mengekang dirimu. Bebas, Lepas, Lantang, dan Suarakan dukungan untuk kebanggaan. Terbang tinggilah elangku. Bersinarlah bagai bintang yang berpijar di angkasa.

Bumbu pelengkap bacaan:

Sampai Kau Bisa

Teruntuk yang kubanggakan,

PSS Sleman

Chaidar, 11/10/16

Lilboy No More

It’s been a while since my last writing, lul.

Actually im here just to say some lil shit that always flyin up on my mind and here’s a famous quote that i recently found.

9dd5577fb406478b7d4aa0c4800550b2

     Always knowing that u’re lilboy no more,  start to think and fckin care about others, u’re no more an independent glorious boy that always getting some attention when u’re crying or down. U must care about universe think about you, building some good image, self-branding, ambitious, good marks starver, and any others personallity that can make ur self human quality level higher than the others.

U start to think about love, lover, and some relations with people that you adore. Lovey dovey quotes scattered around, not often heartbreaks happen, promises broken, and depression starts overwhelming u.

Calmly, Quietly, u enjoying life full of love. Not even a single concernable problems ahead. Suddenly ur lover’s missing somewhere, no more calm and quiet enjoyable life.

Until u realize, that reality really hits u hard. Think u shouldn’t ever think before, Life’s getting rough, many problems ahead, giant obstacle scattered. This is what we must face now, knowing that complains or sambat doesn’t even help u. U need to get stronger and thougher or life will crash you harder. Last but not least.

5e3bb8b6bf1164fc847e89315df379b8

###

Yang kita benci saat ini

Bisa jadi

Hal yang kita cintai

Sampai mati

Tanpa rasa benci

Sisa kemarin hari 

24/04/16

23:16

Secarik pengalaman penulis

Hari sudah pagi, waktunya rutinitas bergulir seperti biasa. Ya, mandi-makan-sekolah. Setelah akhirnya berangkat, firasat buruk akhirnya muncul. Ban motor saya nampaknya kurang angin.

Akhirnya bannya bocor beneran.

Sekian lama nyari tempat tambal ban pagi-pagi. Masuk gang demi gang, akhirnya saya menemukan sebuah rumah yang menyediakan jasa tambal ban. Rumah kecil yang di halaman depannya terdapat angkringan.

“Waduh, bapaknya lagi kerja bakti untuk saluran air mas, sebentar saya panggilkan monggo minum di angkringan dulu”

kata seorang yang mungkin istrinya atau tetangga bapak ini.

“Waa mas ini pernah ditambal tapi yang nambal ga niat ini mas yang nambal. Karetnya tipis banget”

Sehari sebelumnya memang benar ban saya juga bocor, huehue.

Sembari menunggu karet ban kembali pulih dalam proses pemanasan, bapaknya bercerita banyak.

Beberapa opini beliau yang saya kutip:

“Wah sekarang mau ngapain aja mahal mas nyimpennya susah, kesana kemari. Kalau dulu recehan 500 makan 1-3 hari cukup. Sekarang buat tambal ban aja karet pelapisnya ngga dapet mas”

“Sekarang orang pinter banyak banget mas, orang kontemporer yang dominan di otot, tapi gaptek udah gadapet apa-apa”

“Besok lagi kalau ada paku jangan diinjak mas. Karet luar nya udah tipis”

IMG20151210085316

Nenek-nenek yang saya temui disitu juga banyak berpesan sembari mengayunkan sapu lidinya, menebas lalat-lalat terbang didepannya. Sekitar 7 ekor lalat mati.

Decak kagum bergejolak dihati, hebat sekali nenek ini. Kebiasaan tradisional yang sekarang sudah beralih menggunakan teknologi raket elektronik.

“Koyo ngene ki gampang mas, ndisik pisan sabet iso entuk 3,” hebat, saya sempat berandai latihan tangan apa yang beliau gunakan? Sangat cepat. Sungguh sangat cepat!

 

Setelah selesai, akhirnya saya menuju sekolah dengan senang hati dan penuh cerita serta kejadian menarik. Tidak lupa saya membayar segelas nutrisari dan nikmatnya gorengan dipagi hari.

 

#3

Menyenangkan memang ketika kamu sedang mengalami waktu yang sulit dan seketika ada hal yang membuatmu bahagia. Lepas, bebas, tak terkekang. Saya dapat itu semua disini.

1450187731725

Rindu? Mungkin besok ada saatnya, yang jelas “Hargai setiap momen yang terjadi sebelum momen itu hanya bisa dikenang.”

 

-idar, 17 tahun, belajar nulis

Sekarang saya benar-benar percaya bahwa,
Kadang-kadang,
“Yang berkilau tak selalu indah.”